Jalan Terang di Tengah Gelap: Percaya di Saat Tak Terlihat
Worship Music for Reflection
Arti KehadiranMu (Jonathan Prawira) | Cover by GSJS Worship
Saat Hidup Tidak Berjalan Sesuai Harapan
Pernahkah kamu merasa bahwa hidup ini seperti teka-teki yang sulit dipecahkan? Kamu sudah merancang masa depanmu dengan baik, berusaha sekuat tenaga, berdoa tanpa henti, namun yang terjadi justru kebalikan dari harapanmu. Mungkin kamu merasa gagal dalam studi, kehilangan kesempatan berharga, dikhianati oleh seseorang yang kamu percaya, atau merasa sendiri di tengah pergumulan yang berat. Ketahuilah, di saat kita merasa kehilangan arah, Tuhan tidak pernah pergi. Dia melihat setiap tetes air mata kita, mendengar setiap doa yang kita panjatkan, dan mengerti setiap luka yang tersembunyi di hati kita.
Seperti yang dikatakan dalam Yesaya 55:8-9:
"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah jalan-Ku lebih tinggi dari jalanmu dan rancangan-Ku lebih tinggi dari rancanganmu."
Mungkin sekarang kita belum memahami maksud Tuhan, tetapi satu hal yang pasti: Dia tidak pernah salah dalam merancang kehidupan kita.
Langkah-langkah untuk Tetap Percaya dalam Masa Sulit
- Menerima Ketidakpastian dengan Hati yang Tenang
- Berani Melangkah Meski Tidak Melihat Akhirnya
- Percaya bahwa Rencana Tuhan Selalu Lebih Baik
Ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan kita, sering kali kita bertanya, “Kenapa ini terjadi padaku?” Namun, iman sejati bukanlah tentang mengerti segalanya, melainkan tentang percaya meskipun kita belum melihat jawabannya. Seperti Abraham yang taat meninggalkan tanah kelahirannya tanpa mengetahui ke mana dia akan pergi, kita pun harus belajar untuk berjalan dalam iman, bukan dengan penglihatan.
Saat Petrus berjalan di atas air (Matius 14:28-31), dia bisa melakukannya karena fokusnya tertuju pada Yesus. Namun, ketika dia mulai melihat badai di sekelilingnya, dia menjadi takut dan mulai tenggelam. Sama seperti Petrus, kita juga sering terjebak dalam kecemasan dan ketakutan. Kita lupa bahwa Tuhan adalah Allah yang memegang kendali. Jangan biarkan badai kehidupan mengalihkan pandangan kita dari-Nya.
Kadang, Tuhan mengizinkan pintu tertutup bukan untuk menyakiti kita, tetapi untuk membuka jalan yang lebih baik. Kita hanya perlu bersabar dan percaya bahwa janji-Nya tidak pernah gagal.
"Tetapi orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah." (Yesaya 40:31)
Percaya kepada Tuhan bukan berarti hidup akan selalu mudah, tetapi itu berarti kita tidak akan pernah berjalan sendirian.
Refleksi Pribadi
Renungkanlah:
- Apakah aku benar-benar mempercayakan hidupku kepada Tuhan, atau masih bergantung pada kekuatanku sendiri?
- Bagaimana aku bisa tetap teguh dalam iman ketika segalanya terasa tidak pasti?
- Apa langkah nyata yang bisa aku lakukan untuk semakin dekat dengan Tuhan di tengah masa sulit?
Jangan biarkan kekecewaan menjauhkanmu dari Tuhan. Justru di saat seperti inilah, iman kita sedang dibentuk dan dikuatkan. Tuhan tidak pernah lalai dalam janji-Nya. Pegang tangan-Nya dan melangkahlah dengan penuh keyakinan! 🙌✨